LAPORAN
PELAKSANAAN PROGRAM
SUMBANGSIH
KREATIF #1
DESAIN LOGO
DAN KEMASAN BAGI UKM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2025
1.
Pendahuluan
a. Latar Belakang
Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung
pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Kota Yogyakarta. Peran UKM tidak hanya
terbatas pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi dalam
penguatan ekonomi kreatif, pelestarian identitas lokal, serta peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan
hasil koordinasi awal dan pengamatan lapangan yang dilakukan bersama Dinas
Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, masih dijumpai permasalahan
mendasar yang dihadapi oleh pelaku UKM, khususnya terkait aspek identitas
visual usaha. Sebagian besar UKM belum memiliki logo dan desain kemasan yang
dirancang secara profesional, konsisten, dan sesuai dengan karakter produk.
Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk, keterbatasan akses
pasar, serta kurang optimalnya strategi pemasaran yang berbasis visual.
Sehubungan
dengan hal tersebut, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) STSRD VISI
sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan
Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian
kepada masyarakat. Melalui mata kuliah DKV 2 (Perancangan Logo) dan Desain
Grafis Kemasan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi
juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan desain dalam
konteks permasalahan nyata di masyarakat.
Dengan
mempertimbangkan kebutuhan UKM serta relevansi capaian pembelajaran mata
kuliah, maka diselenggarakan Program Sumbangsih Kreatif #1 sebagai bentuk kerja
sama antara STSRD VISI dan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota
Yogyakarta. Program ini dirancang sebagai kegiatan pendampingan desain yang
bersifat aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan, sehingga diharapkan dapat
memberikan manfaat langsung bagi pelaku UKM sekaligus meningkatkan kualitas
pembelajaran mahasiswa.
Namun demikian,
berdasarkan hasil pengamatan awal dan komunikasi dengan Dinas Perindustrian,
Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, masih ditemukan sejumlah permasalahan yang
dihadapi oleh pelaku UKM, salah satunya adalah keterbatasan dalam hal identitas
visual usaha. Banyak UKM yang belum memiliki logo dan desain kemasan yang
dirancang secara profesional dan representatif. Kondisi tersebut berdampak pada
rendahnya daya tarik visual produk, lemahnya diferensiasi merek, serta
terbatasnya kemampuan UKM dalam bersaing di pasar yang semakin kompetitif dan
berbasis visual.
Di sisi lain,
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) STSRD VISI sebagai institusi
pendidikan melalui mata kuliah DKV 2 (Perancangan Logo) dan Desain Grafis
Kemasan, mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga
mampu menerapkannya secara langsung dalam konteks permasalahan nyata.
Berdasarkan
pertimbangan tersebut, dirancanglah Program Sumbangsih Kreatif #1 sebagai
bentuk kerja sama antara STSRD VISI dan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM
Kota Yogyakarta. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran
kontekstual bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pelaku
UKM kota Jogja dalam meningkatkan kualitas branding produknya.
b. Tujuan Pelaksanaan
Tujuan
pelaksanaan Program Sumbangsih Kreatif #1 adalah untuk mendukung peningkatan
kualitas identitas visual UKM Kota Yogyakarta melalui perancangan desain logo
dan desain kemasan yang profesional, komunikatif, dan sesuai dengan karakter
serta nilai produk. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman pelaku UKM mengenai pentingnya visual branding sebagai salah satu
strategi dalam pengembangan usaha.
c. Sasaran Program
Sasaran program
ini adalah 49 pelaku UKM di Kota Yogyakarta yang bergerak pada sektor kuliner,
fashion, dan craft, yang belum memiliki desain logo dan kemasan yang memadai
atau masih menggunakan desain yang bersifat sederhana dan kurang layak jual.
2. Gambaran
Umum Program
Program yang
dilaksanakan adalah Sumbangsih Kreatif #1: Desain Logo dan Kemasan bagi UKM
Kota Yogyakarta Tahun 2025. Program ini dirancang sebagai kegiatan pendampingan
desain yang terintegrasi antara proses pembelajaran akademik dan kebutuhan
nyata pelaku UKM di lapangan.
Bentuk kegiatan
meliputi penggalian data UKM, pendampingan secara langsung oleh mahasiswa,
serta perancangan desain logo dan desain kemasan yang dilakukan secara
sistematis, terukur, dan berbasis metode perancangan desain komunikasi visual.
Program ini menekankan pada proses edukatif, partisipatif, dan aplikatif,
sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya berupa luaran desain, tetapi juga
peningkatan pemahaman pelaku UKM terhadap pentingnya identitas visual usaha.
Pelaksanaan
program berlangsung selama kurang lebih dua bulan (Mei s/d Juni) dan
dilaksanakan di wilayah Kota Yogyakarta. Pihak pelaksana kegiatan adalah
mahasiswa semester 4 Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) STSRD VISI
yang berada di bawah koordinasi dan pendampingan dosen pengampu mata kuliah DKV
2 (Perancangan Logo) dan Desain Grafis Kemasan. Peserta kegiatan adalah 49
pelaku UKM Kota Yogyakarta yang telah melalui proses seleksi sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan oleh panitia bersama DKV VISI bersama Dinas
Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta.
3.
Pelaksanaan Kegiatan
a. Tahapan Pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan diawali dengan proses pendaftaran UKM melalui formulir daring yang
disediakan oleh panitia. Data UKM yang masuk selanjutnya diverifikasi dan
diseleksi berdasarkan kesesuaian domisili yang dibuktikan dengan KTP Kota
Yogyakarta, serta kelengkapan data pendukung, terutama data visual berupa foto
produk dan logo yang belum terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
UKM yang
memenuhi kriteria seleksi kemudian ditetapkan sebagai peserta program dan
diundang untuk mengikuti kegiatan pembekalan awal. Kegiatan pembekalan ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep visual branding,
fungsi logo, serta peran desain kemasan dalam meningkatkan nilai tambah dan
daya saing produk UKM.
Setelah kegiatan
pembekalan, masing-masing UKM dipasangkan dengan mahasiswa pendamping yang
telah ditetapkan oleh dosen pengampu mata kuliah. Pembagian pendampingan
dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kompleksitas produk dan
kebutuhan desain masing-masing UKM.
b. Metode Pelaksanaan
Metode
pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif.
Mahasiswa melakukan pengumpulan data lapangan melalui wawancara langsung dengan
pelaku UKM guna memperoleh informasi mengenai latar belakang usaha, karakter
produk, target pasar, serta preferensi dan kebutuhan desain.
Data yang
diperoleh, baik berupa data tertulis maupun data visual, selanjutnya dianalisis
menggunakan metode analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman yang dimiliki masing-masing UKM. Hasil analisis tersebut
menjadi dasar dalam penyusunan konsep desain yang dikembangkan menggunakan
pendekatan retorika visual, sehingga desain yang dihasilkan memiliki pesan
komunikasi yang jelas dan tepat sasaran.
Konsep desain
yang telah disusun dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk mendapatkan
masukan dan persetujuan. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses visualisasi
desain logo dan kemasan melalui kegiatan bimbingan dan konsultasi secara
intensif. Pada tahap akhir, desain dikonsultasikan kembali kepada pelaku UKM
untuk memperoleh masukan sebelum ditetapkan sebagai desain final dan dibuatkan
purwarupa kemasan.
c. Uraian Kegiatan Inti
Kegiatan inti
Program Sumbangsih Kreatif #1 dilaksanakan dalam bentuk pendampingan desain
yang berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman
praktik langsung dalam menangani permasalahan desain UKM di lapangan, mulai
dari penggalian data hingga penyelesaian desain. Di sisi lain, pelaku UKM
memperoleh manfaat berupa pemahaman desain yang baru, berupa desain logo dan
kemasan yang lebih representatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter
produk, sehingga dapat mendukung kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha.
4. Hasil dan
Evaluasi
a. Hasil Program
Program
Sumbangsih Kreatif #1 menghasilkan 49 paket desain logo dan desain kemasan bagi
UKM Kota Yogyakarta yang mengikuti kegiatan.
b. Manfaat dan Dampak Awal
Sebagai dampak nyata
awal program, satu UKM dengan merek Pie Susu Jogja Sity telah mencetak kemasan
secara mandiri menggunakan teknik cetak offset sebanyak 500 pcs. Dengan Kemasan
baru tersebut kemudian UKM berhasil menjual produknya ke toko oleh-oleh di kota
Yogyakarta & saat ini sedang proses penjajagan kurasi masuk ke toko
oleh-oleh di NYIA (Bandara Kulon Progo). Selain itu, tiga UKM telah langsung
mengaplikasikan logo dan desain label baru pada kemasan produknya dan telah
dijual belikan pada event pameran UKM di berbagai tempat.
c. Kendala dan Upaya Penanganan
Beberapa kendala
yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan antara lain keterbatasan koordinasi
dengan sebagian UKM dalam pengumpulan data serta perbedaan persepsi terhadap
hasil desain. Kendala tersebut diatasi melalui peningkatan intensitas
komunikasi dan pemberian alternatif desain kemasan.
5. Penutup
a. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa Program Sumbangsih Kreatif
#1 Desain Logo dan Kemasan bagi UKM Kota Yogyakarta Tahun 2025 telah
dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan rencana yang telah ditetapkan. Program
ini mampu memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai sarana pembelajaran kontekstual
bagi mahasiswa serta sebagai bentuk pendampingan nyata bagi pelaku UKM dalam
meningkatkan kualitas identitas visual produknya.
b. Rekomendasi
Sebagai
rekomendasi, program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan
dengan cakupan peserta yang lebih luas. Selain itu, diperlukan penguatan pada
aspek tindak lanjut, seperti pendampingan implementasi desain dan fasilitasi
pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), agar manfaat program dapat
dirasakan secara optimal dan berkelanjutan oleh pelaku UKM kota Yogyakarta.